5 Fakta Denjaka Pasukan Elite TNI AL, Salah Satunya Harus Punya IQ Tinggi

Sucipto
Pasukan elite Denjaka TNI AL (dok. Dispen Kormar)

Latihan terjun bebas tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga pada tengah malam. Dengan demikian, jika mereka harus masuk ke dalam sasaran musuh, mereka tidak perlu melalui darat atau laut yang mudah terdeteksi oleh lawan. Denjaka juga dapat diinfiltrasikan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi oleh musuh. Karena kemampuannya yang demikian, Denjaka dikenal sebagai pasukan Hantu Laut.

3. Memiliki Kecerdasan Tinggi

Selain memiliki ketahanan fisik yang kuat, prajurit Denjaka juga harus memiliki kecerdasan tinggi atau IQ yang tinggi. Mereka dituntut untuk mengambil keputusan dan tindakan dengan cepat sesuai dengan situasi di lapangan. Selama pendidikan, hanya 20 persen yang dilakukan dalam bentuk teori di kelas, sedangkan sisanya adalah latihan di lapangan. 

Itulah sebabnya hanya sedikit dari banyak calon prajurit Denjaka yang berhasil lulus. Konon, hanya sekitar 50 orang yang lulus setiap tahunnya dari berbagai jenis ujian. Berkat kemampuan yang dimiliki, prajurit Denjaka dianggap setara dengan 12 prajurit tempur biasa.

4. Dilengkapi dengan Senjata Khusus

Untuk mendukung operasi mereka, prajurit Denjaka juga dilengkapi dengan berbagai jenis senjata. Beberapa di antaranya adalah submachine gun MP5, HK PSG1, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, M4, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta, HK P30, dan SIG Sauer 9 mm.

5. Semboyan Prajurit Satya Wira Dharma

Denjaka memiliki semboyan khusus yang dikenal dengan Satya Wira Dharma. Semboyan ini melambangkan janji seorang ksatria untuk melindungi harkat dan martabat keluarga, agama, nusa, bangsa, dan masyarakat. 

Karena itu, selain operasi militer, Denjaka juga sering terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah ketika mereka terlibat dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada tanggal 9 Januari 2021.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
23 hari lalu

KSAL: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Jadi KRI Gajah Mada Setiba di Indonesia

23 hari lalu

Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Mulai Berlayar dari Italia, Tiba di Tanah Air September

27 hari lalu

Kronologi Anggota TNI AL Dikeroyok di Matraman Jaktim, Berawal dari Senggolan Motor

27 hari lalu

Anggota TNI AL Dikeroyok di Matraman Jaktim, 1 Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal