Nama sekolah ini berasal dari Reformasi ketika tahun 1542. Raja Henry VIII menyusun kembali Yayasan Katedral setelah adanya pembubaran biara. Saat ini, King’s Rochester memiliki hasil akademik yang sangat baik di semua tingkatan. Ukuran kelas dibuat lebih kecil supaya guru bisa lebih mengenal siswa mereka secara individu.
Tak cuma itu, sekolah ini juga berhasil mencetak alumni yang memiliki keunggulannya sendiri. Hal ini karena mereka memiliki visi untuk menjadikan siswa mampu mengeksplorasi ide-ide baru berdasarkan minat dan hobi yang siswa punya.
Sekolah tertua di urutan keempat adaSt Peter’s School yang didirikan pada 627 oleh St Paulinus dari York. Sekolah ini merupakan sekolah bahasa Inggris yang dikhususkkan untuk anak laki-laki pada saat itu.
Namun pada tahun 1970, St Peter’s School mengizinkan anak perempuan untuk mengikuti Sixth Form atau dua tahun terakhir sekolah. Tidak hanya mempelajari mata pelajaran akademik, St Peter’s School juga mendidik seluruh muridnya untuk belajar seni.
Mereka ingin anak didiknya memahami bahwa seni juga memiliki nilai penting dalam hidup mereka. Pembelajaran seni yang dimaksud seperti musik, atletik, teater dan kewarganegaraan. St Peter memiliki program yang fokus pada sifat individual dari tiap anak. Ukuran kelasnya yang kecil juga menjadikan tingkat intensitas pembelajaran meningkat.