Melalui pengalaman akademik, kepemimpinan gerejawi, dan keterlibatannya dalam berbagai forum dialog lintas agama, Jacklevyn Frits Manuputty terus berkontribusi dalam memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan perdamaian sebagai fondasi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.
Fransiskus Yance Sengga (Katolik)
Rm Fransiskus Yance Sengga merupakan imam Katolik yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan liturgi dan musik liturgi di Indonesia. Ia menempuh pendidikan calon imam di Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Mataloko, Flores, melanjutkan studi filsafat dan teologi di STFK Ledalero, serta memperdalam ilmu Liturgi dan Musica Sacra di Pontificio Ateneo Sant'Anselmo, Roma, Italia.
Sejak ditahbiskan menjadi imam, Rm Fransiskus aktif mengemban berbagai tugas pastoral dan pembinaan, antara lain sebagai formator Seminari Menengah Mataloko, Sekretaris dan Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Ende, serta Ketua Bidang Pembinaan dan Pelatihan LP3KD. Ia juga berperan sebagai pelatih dan juri dalam berbagai ajang Pesparani tingkat kabupaten maupun nasional, termasuk Juri Lomba Cipta Lagu Nasional Pesparani III di Jakarta.
Di tingkat nasional, Rm Fransiskus menjadi anggota Tim Musik Liturgi Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi Liturgi KWI untuk masa bakti 2025–2028. Kiprahnya di tingkat internasional ditandai dengan partisipasinya sebagai presenter pada Asian Liturgy Forum di Manila pada 2019 serta keterlibatannya sebagai Caeremoniarius dalam Misa Paus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2024.
Melalui pelayanan, pembinaan, dan kontribusinya dalam pengembangan liturgi Gereja, Rm. Fransiskus Yance Sengga terus berkomitmen memperkuat kualitas peribadatan dan kehidupan liturgis Gereja Katolik di Indonesia.