Batubara juga dimanfaatkan untuk mendukung industri aluminium. Bahan ini diperoleh sebagai produk sampingan dari proses oksidasi besi dalam aktivitas industri baja.
Gas dan panas kokas dari batubara dapat memisahkan beberapa produk baja. Hal ini kemudian menghasilkan produk aluminium, yang biasanya digunakan untuk berbagai jenis industri seperti pertanian, peralatan dapur, konstruksi, dan industri lainnya.
Batu bara merupakan hasil galian atau bahan alam yang diketahui dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri semen. Meski bukan bahan baku utama, batu bara digunakan dalam proses pembakaran sama seperti pada industri baja.
Panas yang dihasilkan batu bara sangat tinggi sehingga dapat mendukung berbagai sektor industri. Tak terkecuali dalam industri pembuatan kertas. Batubara sangat efektif digunakan karena panas yang dihasilkan sangat stabil pada mesin pengolah serat yang digunakan untuk industri bahan baku kertas.
Pemurnian batu bara akan menghasilkan residu yang disebut sebagai tar batu bara dalam bentuk cair dan berwarna hitam pekat. Siapa sangka, residu cair ini sangat bermanfaat. Bahan ini banyak digunakan untuk membuat bahan bangunan tahan air, isolasi bangunan, pembuatan cat, kain, hingga sampo dan sabun.
Fly ash dan bottom ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara di sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Menurut penelitian, limbah padat batu bara dapat bernilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung infrastruktur seperti bahan baku pembangunan jalan, conblock, semen, hingga bahan baku pupuk.