8 WNI Jadi Tentara Rusia, Wamen P2MI Duga gegara Tergiur Iklan

Binti Mufarida
Ilustrasi pasukan Rusia (foto: Kemhan Rusia via AP)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menduga delapan warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung tentara Rusia awalnya tergiur iklan pekerjaan dengan tawaran tertentu. Christina mengatakan, persoalan tersebut nantinya akan ditangani melalui koordinasi dan diplomasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), termasuk kemungkinan pemulangan para WNI.

"Tergiur iklan-iklan ya, katanya gitu. Nah, itu nanti Kemlu, yang akan mencoba menegosiasikan biasanya kalau misalnya bisa dikembalikan atau lain-lain, tapi kan mereka biasanya terikat kontrak kan? Itu sudah bukan fenomena yang baru sih, sebetulnya dari dulu juga sudah pernah ada sekali-dua kali, tapi ya sekarang mengemuka lagi," ujarnya di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Christina menjelaskan, dalam sejumlah kasus, pekerja migran yang merasa tertipu setelah tiba di negara tujuan kemudian mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun, menurut dia, status korban TPPO harus dilihat berdasarkan unsur-unsur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Padahal secara sadar dia pergi ke luar negeri mau bekerja sebagai scammer gitu kan, dia tahu. Tapi karena dia merasa biar dapat atensi, bisa juga dia bilang itu TPPO," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah tidak akan langsung mempercayai informasi mengenai delapan WNI yang disebut menjadi tentara Rusia.

Pemerintah, kata Yusril, akan melakukan verifikasi untuk memastikan identitas, proses perekrutan, hingga status para WNI tersebut.

“Informasi yang disampaikan pihak Ukraina tentu kita cermati, tetapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh faktanya diverifikasi yang harus dipastikan adalah siapa orangnya, bagaimana proses perekrutannya, apa yang ditawarkan kepada mereka, dan apakah benar mereka kemudian masuk ke dalam dinas militer Rusia,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
3 hari lalu

2 WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Riyadh, Kemlu: Bukan Jemaah Umrah

4 hari lalu

2 WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Arab Saudi, KBRI Ungkap Kondisi Terkini

4 hari lalu

Alasan Israel Tolak Masuk Pesawat Maskapai Ethiopia Dipiloti Warga Indonesia

6 hari lalu

13 WNI Selamat dari Kapal Kandas di Skotlandia, Dipulangkan ke Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal