81,1% Wilayah RI Masih Kemarau, BMKG Ungkap Daerah yang Berpotensi Hujan Lebat

Binti Mufarida
Ilustrasi kemarau di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/AI)

Potensi hujan tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi atmosfer yang cukup labil, terutama di sebagian Sumatra dan Papua, turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Faktor konvektif lokal juga diprediksi memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan awan hujan selama musim kemarau.

“Dengan demikian, meskipun kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, potensi hujan sedang-lebat/sangat lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai. Pada saat yang sama, wilayah yang masih mengalami curah hujan rendah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap,” ungkap BMKG.

Pada periode 11–13 September 2026, cuaca di Indonesia secara umum didominasi kondisi berawan hingga hujan sedang.

Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
9 jam lalu

El Nino Bertahan hingga 2027, BMKG Ungkap 7 Wilayah Paling Rawan Karhutla

1 hari lalu

BMKG: Cuaca di Sekitar Anak Krakatau Baik saat Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Berlayar

2 hari lalu

Waspada! Gelombang Tinggi Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 12 September 2026

3 hari lalu

Penyampaian Informasi Bencana Dinilai Sulit Dipahami, BMKG: Butuh Waktu 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal