Aceh-Sumut Diguyur Hujan Ekstrem 3 Hari, BMKG Ungkap Pemicunya

Binti Mufarida
Ilustrasi hujan. (Foto: Istimewa)

Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah daerah dan masyarakat memperoleh informasi cuaca sesuai kondisi wilayah masing-masing sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi sejak dini.

Sementara itu, Siklon Tropis ARNAB terbentuk di perairan Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem tersebut berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang telah dipantau sejak 19 Oktober 2026, saat masih berada di sekitar Laut Andaman.

BMKG memantau perkembangan sistem tersebut sejak tahap awal, termasuk ketika masih berupa sirkulasi siklonik lemah.

Berdasarkan analisis pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis ARNAB berada di sekitar Teluk Benggala pada koordinat 16,0 derajat Lintang Utara dan 84,8 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

Siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 km/jam, dengan tekanan udara minimum 968 hPa. Dalam 24 jam ke depan, ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat hingga barat laut dan mulai memasuki daratan India. Sistem ini juga diprakirakan melemah dalam dua hari ke depan.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
1 hari lalu

Titik Api Masih Ditemukan meski Diguyur Hujan, Karhutla Jambi Sulit Dipadamkan

2 hari lalu

BMKG Ungkap Rata-Rata Musim Hujan di Indonesia Mundur 20-30 Hari, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

Kabut Asap di Palangkaraya Menipis Usai Diguyur Hujan Deras Dua Jam

2 hari lalu

2 Jam Diguyur Hujan, Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya Mulai Lenyap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal