Ahli Tegaskan Erupsi Gunung Berapi Bukan Konspirasi: Tudingan Rekayasa Teknologi Tak Masuk Akal

Binti Mufarida
Ilustrasi erupsi gunung berapi (dok. istimewa)

Selain itu, instrumen geodesi presisi seperti GPS dan sensor tiltmeter mencatat adanya deformasi atau pembengkakan tubuh gunung api jauh sebelum letusan terjadi, disertai dengan perubahan rasio konsentrasi gas kimia dan peningkatan suhu. Seluruh proses akumulasi massa dan energi ini membutuhkan waktu bulanan hingga tahunan di dalam kerak bumi dan terekam secara transparan oleh instrumen geofisika global, sehingga terbukti murni sebagai siklus konveksi alamiah.

Dilihat dari batuan hukum fisika, lapisan batuan padat setebal puluhan kilometer bersifat meredam gelombang elektromagnetik pada jarak yang sangat pendek, sehingga sinyal buatan manusia tidak memiliki mekanisme interaksi fisik untuk menggerakkan magma di kedalaman.

Daryono mengatakan manusia tidak memiliki sumber energi yang cukup besar untuk merekayasa pergerakan jutaan meter kubik magma bersuhu hingga 1.200 derajat Celsius.

"Narasi yang mengaitkan erupsi beruntun dengan rekayasa teknologi merupakan bentuk disinformasi yang mengabaikan sains dasar, mengingat aktivitas vulkanik Indonesia adalah keniscayaan dinamis dari geologi bumi yang terus bergerak," katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Semakin Diperketat Imbas Puluhan Wisatawan Terobos Bahaya demi Selfie!

2 hari lalu

Anak Gunung Krakatau Siaga, Puluhan Wisatawan Malah Nekat Naik demi Selfie!

2 hari lalu

Edan! Puluhan Wisatawan Nekat Naik ke Gunung Anak Krakatau demi Alasan FOMO

4 hari lalu

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terpantau hingga 1,8 Km, Menyebar ke Arah Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal