Ahli Tegaskan Erupsi Gunung Berapi Bukan Konspirasi: Tudingan Rekayasa Teknologi Tak Masuk Akal
Dia mengatakan, kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api atau Ring of Fire juga menjelaskan mengapa aktivitas vulkanik terjadi secara intensif dan kerap beruntun. Indonesia merupakan tempat bertemunya beberapa lempeng tektonik utama dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik dan Filipina.
Selain itu, penunjaman lempeng samudra ke bawah lempeng benua membawa air dan sedimen basah ke kedalaman mantel, memicu pelelehan batuan mantel dan menghasilkan suplai magma secara terus-menerus selama jutaan tahun.
"Ketika aktivitas tektonik regional meningkat atau terjadi penyesuaian tegangan di kerak bumi pasca-gempa besar, beberapa gunung api yang kantong magmanya sudah dalam kondisi kritis dapat terpicu secara hampir bersamaan," kata Daryono.
Fenomena ini, kata Daryono, merupakan rekayasa alamiah berupa respons berantai tektonik, bukan akibat intervensi lokal oleh pihak tertentu. "Bukti ilmiah lainnya terlihat dari adanya sinyal prekursor geofisika yang selalu mendahului setiap peristiwa erupsi," katanya.
Dia mengatakan erupsi tidak pernah terjadi secara mendadak melalui tombol kendali otomatis, melainkan diawali oleh rekaman seismisitas berupa gempa vulkanik dalam dan dangkal serta tremor akibat rekahan batuan saat magma bergerak naik.