Dalam kesempatan itu, AHY juga menyinggung pengalaman pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Termasuk pergantian kekuasaan setelah dua periode kepemimpinan.
“Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” katanya.
Karena itu, AHY meminta kader Demokrat tidak sekadar merayakan perjalanan partai selama 25 tahun. Dia mengajak seluruh kader memikirkan tanggung jawab yang harus dikerjakan pada 25 tahun berikutnya.
“Karena itu malam ini saya tidak ingin mengajak kita sekedar merayakan apa yang telah kita capai selama 25 tahun. Saya ingin mengajak kita bertanya: apa yang akan kita kerjakan setelah hari ini? 25 tahun pertama adalah sejarah. 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita,” kata AHY.
Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, AHY meminta kekuasaan digunakan untuk melayani masyarakat. Sementara kader di parlemen diminta memperjuangkan kebijakan, legislasi dan anggaran yang berpihak kepada rakyat.