Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut perekonomi Indonesia terdepan di antara negara-negara Asia terdampak pandemi virus corona (Covid-19). (Foto: Sindonews/ Raka Dwi Novianto)
Riezky Maulana

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan dampak ekonomi terhadap negara di dunia termasuk Indonesia. Kabar baiknya, Indonesia dapat bangkit di tengah dampak ekonomi akibat pandemi tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam barisan terdepan di antara negara-negara Asia. Prospek tersebut merujuk data yang disampaikan Bank Dunia.

"Sejauh ini, alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, serta berkat arahan yang jelas dari pimpinan tertinggi kita, tanda-tanda yang semakin membaik sudah mulai kita rasakan," ujarnya saat menyampaikan pidato politik pada acara puncak HUT ke-56 Tahun Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Airlangga mengungkapkan, bahkan dalam dua atau tiga tahun mendatang, kebangkitan kembali ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. "Tentu saja, semua itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kita harus bekerja keras dalam mewujudkannya," katanya.

Dalam konteks itu, Airlangga mengapresiasi DPR yang telah mengesahkan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja pada Senin, 5 Oktober 2020. UU tersebut merupakan hasil kerja sama produktif berbagai pihak, baik di DPR, eksekutif, maupun berbagai elemen masyarakat.

"Secara khusus, apresiasi yang dalam harus kita berikan kepada Presiden Jokowi dan koalisi partai pendukung beliau," ucap menteri koordinator bidang perekonomian ini.

Secara substansi, Airlangga memaparkan, UU Cipta Kerja merupakan terobosan historis. Mengingat, untuk pertama kalinya reformasi ekonomi Indonesia dilakukan lewat lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapapun.

"Terobosan besar ini adalah wujud dari kesadaran kita, sebagaimana yang sering ditegaskan oleh Presiden Jokowi, bahwa kemajuan dan kesejahteraan Indonesia tidak bisa ditawar. Adalah tugas mulia bagi kita semua untuk mencapainya, sesuai dengan semangat zaman yang terus berubah dan berkembang," tuturnya.


Editor : Djibril Muhammad