“Harapan kami ini hanya pertemuan awal, kedepan bisa adakan lagi pertemuan untuk memperdalam. Urusan kaderisasi dan iuran partai PKS jauh lebih baik meninggalkan partai-partai lain,” ungkapnya.
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Muttaqin Pratama mengungkapkan, temuan pemilu serentak di provinsi besar ternyata tidak maksimal. Temuan itu didapat lembaganya saat melakukan fokus riset di Lampung dan Jawa Barat.
“Kami melakukan di Lampung karena Lampung sudah pernah melakukan Pemilu serentak. Nah kemudian Jawa Barat kami pilih karena memang jumlah pemilihnya paling banyak. Ternyata memang dari hasil riset kami, tujuan dari Pemilu serentak ini tidak tercapai di provinsi ini,” ucap Heroik.
Dia menuturkan, di satu sisi, kehadiran pemilu presiden memang mampu meningkatkan angka partisispasi pemilih yang datang ke TPS. Akan tetapi, di sisi lain ternyata juga ada konsekuensi bawaan. “Konsekuensi bawaan ini adalah pemilih tidak terlalu konsen dengan Pemilu legislatif,” ujarnya.
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera yang turut hadir dalam audiensi itu mengatakan, fenomena tersebut memang menyedihkan dan menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk berkontribusi memastikan agar tidak ada lagi kasus suara tidak sah.
“Ini tanggung jawab kita sebagai salah satu yang ikut berkontribusi untuk memastikan suara. Partisispasi warga negara itu mahal,” tuturnya.
“Formatnya masih dikaji. Kemarin itu seluruh isu istilahnya tanggung jawab pilpres saja, isu lokal nggak ada. Padahal banyak sekali isu lokal kita. Kita sepakat ini pertemuan awal, kesananya kita perlu kajian dan kebertahapan,” ucap Mardani.