JAKARTA, iNews.id -Emas selama ini identik dengan tambang, batangan, perhiasan dan investasi masyarakat. Namun, bagi pemerintah, komoditas berwarna kuning itu kini memiliki arti yang jauh lebih besar.
Presiden Prabowo Subianto mendorong agar emas yang berasal dari Indonesia tidak berhenti sebagai hasil tambang yang kemudian diperdagangkan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional dari hulu hingga hilir.
"Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026) lalu.
Gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui pembangunan ekosistem bullion atau bank emas. Indonesia resmi memulai kegiatan usaha bullion pada 26 Februari 2025. Pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan emas, mulai dari penyimpanan dan perdagangan hingga pembiayaan berbasis emas.
Hasilnya mulai terlihat. Pada Juli 2026, Prabowo menyebut bank emas yang baru beroperasi sekitar satu tahun telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Angka tersebut merujuk pada ekosistem yang dijalankan Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).