Andi Arief Dituduh Penyebar Hoaks, Begini Pembelaan Demokrat

Felldy Aslya Utama
Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Sekretaris Jenderal Partai DemokratAndi Arief mendapat kecaman dari kubu Jokowi–Ma’ruf lantaran salah satu tulisannya di media sosial Twitter, Rabu (2/1/2019) kemarin. Tulisan tersebut memuat informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, tulisan Andi Arief di laman Twitter itu justru mempertanyakan dan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengecek kebenaran informasi tersebut supaya tidak terjadi fitnah.

Tweet Andi Arief itu bentuk penyampaian kewaspadaan, bentuk peringatan dini yang memiliki semangat menjaga demokrasi. Kita semua tentu bisa membayangkan apa yang terjadi jika kita semua abai, cuek, dan diam terhadap sebuah isu, tapi ternyata benar. Nah, maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks,” kata Ferdinand, kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak membangun tradisi ketika seseorang menyampaikan adanya dugaan atau pertanyaan dan ternyata tidak terbukti langsung dihakimi dan dituduh sebagai penyebar hoaks. “Jika (penghakiman) ini terjadi, maka niscaya seluruh kewaspadaan yang dimiliki anak bangsa akan mati karena rasa takut menyampaikan. Ini tidak baik dan buruk ke depan,” ujarnya.

Ferdinand berpendapat, sudah seharusnya masyarakat menyampaikan sesuatu yang dinilai mencurigakan agar ditindaklanjuti aparat. Sebagai analogi, seseorang menerima sebuah paket yang tidak diketahui isinya dari orang tak dikenal. Sang penerima curiga paket tersebut berisi sesuatu yang bisa membahayakan jiwanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hoaks! Jubir Kementerian ESDM Bantah Isu Masyarakat Diminta Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik

57 tahun lalu

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden adalah Hoaks

57 tahun lalu

Viral Purbaya Cari 700 Orang untuk Diberi Bantuan, Kemenkeu: Hoaks!

57 tahun lalu

Waspada Akun FB dan TikTok Palsu Menkeu Purbaya Sebar Link Pendaftaran Dana Bantuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal