JAKARTA, iNews.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara lewat skema belanja yang lebih efisien serta tepat sasaran. Sebelumnya, anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas menjadi Rp268 triliun tahun ini.
“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/5/2026).
Nanik menguraikan, pola koordinasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan bersama BGN tetap terjalin harmonis guna menjamin kelangsungan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel dan berkelanjutan,” katanya.
Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk BGN dipatok senilai Rp268 triliun, dengan dana tersebut dikonsentrasikan guna membiayai operasional program MBG lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di pelosok Indonesia.