"Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN (Badan Gizi Nasional) bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut," ujar Purbaya pada Selasa (19/5/2026).
Purbaya menambahkan, nominal penyesuaian tersebut masih berpotensi untuk bergerak dinamis ke depan seiring dengan proses kalkulasi yang terus berjalan.
"(Anggaran) 268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung," katanya merujuk pada transkrip evaluasi anggaran.