Anggota DPR Apresiasi Pemerintah Alihkan Dana Sitaan Triliunan untuk Pendidikan

Tim iNews
Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti.(Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Sejarah politik Indonesia kontemporer dinilai sedang memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti, menyebut fase ini sebagai momen di mana negara "kembali mengingat dirinya" dan hadir secara nyata di tengah persoalan mendasar rakyat.

Menurut Azis, langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah saat ini bukan sekadar kebijakan prosedural, melainkan intervensi terhadap ketidakadilan struktural yang telah lama mengakar.

Salah satu poin krusial yang disoroti Azis adalah kebijakan pemutihan utang bagi petani dan nelayan. Dalam sejarah ekonomi-politik Indonesia, utang macet sering menjadi mekanisme yang membekukan kesejahteraan rakyat kecil.

"Ketika negara menghapus piutang macet, yang dipulihkan bukan hanya arus kas, tetapi kapasitas hidup. Negara sedang mengintervensi titik di mana ketimpangan direproduksi dari generasi ke generasi," ujar Azis di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Langkah ini, menurutnya, menandai kehadiran negara yang tidak lagi netral terhadap ketidakadilan, melainkan berpihak pada kelompok yang rentan.

Azis juga menekankan pentingnya langkah berani pemerintah dalam menertibkan kawasan hutan dan sektor pertambangan yang selama ini menjadi "ruang abu-abu".

Pengambilalihan jutaan hektare kawasan hutan yang dikuasai tanpa hak, termasuk di Tesso Nilo, dinilai sebagai upaya membangun ulang kedaulatan ruang.

Penutupan ribuan titik tambang ilegal dan penyitaan ratusan ton timah dipandang sebagai perubahan rasionalitas kekuasaan.

"Selama ini, korupsi ditangani hanya dengan logika penghukuman. Namun sekarang, dana sitaan triliunan rupiah dialihkan untuk pendidikan dan perbaikan sekolah. Ini adalah praktik keadilan restoratif pada skala negara," katanya.

Dimensi lain yang menarik adalah kepemilikan perkampungan haji di Makkah. Azis menilai kemampuan negara melindungi warganya di luar negeri adalah indikator kematangan sebuah bangsa.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Aceh
7 jam lalu

Aceh Paling Terdampak Bencana, Komisi VIII DPR Minta Rehab 208.000 Rumah Rusak Dikebut

Nasional
13 jam lalu

Komisi III DPR: Vonis Laras Faizati Contoh Manfaat KUHP dan KUHAP Baru

Buletin
3 hari lalu

Momen Prabowo Terkesima Orasi Siswa Sekolah Rakyat Mampu Bicara 4 Bahasa Asing

Buletin
4 hari lalu

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Serentak, Baru 6 Bulan Sudah Lahir Juara Olimpiade

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal