Sebelumnya diberitakan, Jepang kembali membuang air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Kamis (5/10/2023). Ini merupakan pembuangan gelombang kedua setelah bulan lalu.
Jepang harus membuang total 1,34 juta ton air radioaktif ke Samudera Pasifik karena tak ada lagi tangki penyimpanan. PLTN Fukushima mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011.
Perusahaan operator PLTN, Tokyo Electric Power Company (Tepco), pertama kali membuang air radioaktif itu pada Agustus dan memicu protes keras dari negara-negara tetangga. Bukan hanya itu, nelayan di Jepang juga memprotes karena pembuangan berdampak pada mata pencaharian mereka.