Ulil menjelaskan, sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, katanya, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.
“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” katanya.
Ulil juga menyoroti pentingnya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat. Dia prihatin jika seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus berhadapan dengan proses hukum.
“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” kata Ulil.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan, tindakan Aliansi Muda Muhammadiyah tak mencerminkan sikap PP Muhammadiyah.