JAKARTA, iNews.id - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membangun pabrik pengolahan logam mulia di Gresik, Jawa Timur, dengan investasi sekitar Rp1,1 triliun. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028 dan menambah kapasitas produksi Antam hingga 30 ton emas per tahun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat bisnis hilir emas. Kepemilikan pabrik sepenuhnya berada di tangan Antam.
“Salah satu pengembangan strategis utama kami adalah kami sedang membangun fasilitas manufaktur logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Pabrik tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 5 juta keping emas batangan dan koin cetakan emas per tahun dengan kadar 99,99 persen. Fasilitas ini akan meningkatkan kemampuan manufaktur logam mulia Antam sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan emas investasi di pasar domestik.
Antam saat ini memiliki pangsa pasar emas domestik lebih dari 60 persen. Menurut Arini, perseroan akan mempertahankan posisi tersebut melalui penguatan ketersediaan bahan baku, penambahan kapasitas manufaktur, pengembangan bauran produk, serta perluasan akses pasar.