Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat dan mendiversifikasi sumber bahan baku emas Antam, sekaligus meningkatkan penyerapan hasil pertambangan emas nasional di dalam negeri.
Pada Semester I 2026, bisnis emas masih menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja Antam. Perseroan mencatat volume penjualan emas sebesar 18.080 kilogram atau 18,08 ton dengan nilai Rp50,39 triliun.
Nilai penjualan emas tersebut tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,68 triliun. Kontribusinya mencapai sekitar 80 persen dari total penjualan bersih Antam pada Semester I 2026 yang tercatat Rp62,71 triliun.
Sementara itu, produksi emas dari tambang Antam pada periode yang sama tercatat sebesar 433 kilogram.