Dengan melihat potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG meminta seluruh pihak terkait, terutama pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak lanjutan seperti banjir, banjir pesisir, tanah longsor, maupun pohon tumbang akibat angin kencang. Nelayan dan pelaku transportasi laut juga diminta memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.
Faisal menekankan bahwa informasi ini bukan untuk menimbulkan kecemasan, melainkan agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Ia mengimbau agar publik tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Peringatan dini ini dinilai sangat penting untuk memastikan langkah mitigasi bisa dijalankan lebih awal sehingga risiko kerusakan dan korban jiwa dapat ditekan.
“Dengan prinsip awas, siaga, selamat, diharapkan peringatan dini BMKG dapat dimitigasi dengan baik demi meminimalisir kerusakan dan korban jiwa. Jadi, early warning menghadirkan early action, menuju zero victim,” pungkasnya.