Arti Malam Satu Suro bagi Orang Jawa: Sejarah dan Tradisinya

Punta Dewa
Arti Malam Satu Suro bagi Orang Jawa. Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi kirab pusaka malam 1 suro (Bramantyo/MNC Portal)

Oleh karena itu, mereka melaksanakan upacara individu seperti tirakat, lelaku, atau introspeksi diri. Selain itu, ada juga kegiatan upacara kelompok seperti selametan khusus yang berlangsung selama satu minggu. 

Sejarah penetapan perayaan ini bermula dari waktu Sultan Agung berkuasa, di sekitar tahun 1628-1629 saat Mataram, yang dipimpin oleh Sultan Agung, mengalami kekalahan dalam serangan ke Batavia. 

Setelah kejadian itu, pasukan Mataram mulai terbagi dalam beberapa keyakinan. Maka dari itu, Sultan Agung memimpin pembuatan kalender tahun Jawa-Islam (yang menggabungkan tahun Saka Hindu dengan Tahun Islam). 

Pada malam tahun baru tersebut (Malam satu Suro), Sultan Agung akhirnya berhasil menciptakan budaya Jawa yang melarang perbuatan sembarangan, mendorong kesederhanaan, dan melarang perayaan yang berlebihan. 

Pada malam tersebut, yang perlu dilakukan adalah merenung, berpuasa, dan memohon kepada Tuhan. Dengan demikian, Malam satu Suro dianggap memiliki nilai sakral berdasarkan sejarah yang terkait.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Profil Rahadian M Saputra, Pria yang Viral Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, Berujung Minta Maaf

57 tahun lalu

Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Akhirnya Minta Maaf

57 tahun lalu

Kebo Bule Kyai Slamet Iringi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Solo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal