Arti Malam Satu Suro bagi Orang Jawa: Sejarah dan Tradisinya

Punta Dewa
Arti Malam Satu Suro bagi Orang Jawa. Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi kirab pusaka malam 1 suro (Bramantyo/MNC Portal)

Tradisi Malam Satu Suro

Tradisi malam satu Suro menunjukkan keberagaman dalam budaya di Indonesia. Di kota Solo, contohnya, malam satu Suro dirayakan dengan tradisi kirab, termasuk kirab pusaka dan kirab malam satu  Suro. 

Kirab malam satu Suro memiliki tujuan untuk memohon keselamatan dan sebagai kesempatan untuk introspeksi diri agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Menurut informasi yang dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, kirab malam satu Suro identik dengan penggunaan kebo bule dalam prosesi kirab. Kebo bule yang digunakan dalam upacara adat harus berasal dari keturunan kebo bule Kiai Slamet. 

Hal ini dilakukan karena masyarakat Jawa percaya bahwa kebo bule Kiai Slamet memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan keberuntungan bagi masyarakat yang menggunakannya.

Kebo bule ini dulunya merupakan hewan peliharaan Paku Buwono II saat beliau berkuasa di Keraton Kartasura. Kebo bule awalnya diberikan sebagai hadiah oleh Kiai Hasan Beshari Tegalsari Ponorogo kepada Paku Buwono II. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Profil Rahadian M Saputra, Pria yang Viral Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, Berujung Minta Maaf

57 tahun lalu

Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Akhirnya Minta Maaf

57 tahun lalu

Kebo Bule Kyai Slamet Iringi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Solo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal