Menurutnya, keberhasilan BPD ke depan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata.
"Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
"Membangun daerah tidak bisa sendiri. Kita bukan Superman, tapi super tim. Semua harus berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menekankan pentingnya peran BPD dalam mendukung investasi daerah; menjaga stabilitas ekonomi; hingga memperkuat sektor riil, khususnya UMKM. Menurutnya, BPD harus mampu hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan ekonomi daerah, mulai dari keterbatasan fiskal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi BPD menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan berdampak nyata. Ke depannya, BPD diharapkan tidak hanya menjadi lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan