"Persoalan hasil terhadap reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden yang mempunyai hak prerogatif. Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan. Jangan berpikir apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan, ya," ujar Bahlil.
Sementara itu, Purbaya menjelaskan rapat bersama Bahlil membahas persoalan ekonomi, terutama kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir tahun. Menurut Purbaya, pembahasan difokuskan pada optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pengendalian subsidi energi agar tetap berada dalam kondisi terkendali.
"Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman. Kan beliau memberikan kontribusi yang besar untuk PNBP, jadi kita diskusi di situ saja dan pengendalian subsidi sebagian sehingga tidak melebar ke mana-mana dan bisa terkendali. Jadi itu, walaupun harga minyak dunia cenderung terkendali walaupun masih naik-turun ya, tapi cenderung terkendali, kita mesti waspada terus dan menjaga dan memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun," kata Purbaya.