Bahlil soal Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura: Kebutuhan Domestik Jadi Prioritas

Iqbal Dwi Purnama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)

"Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 MMSCFD dari total 409 MMSCFD dari kontrak yang ada. Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum," kata dia.

Dia menyebut, Indonesia selama ini memasok gas ke Singapura melalui jaringan pipa transmisi dan kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Pasokan gas melalui pipa berasal dari wilayah Sumatera dan Natuna dengan volume kontrak 409 MMSCFD. Sementara itu, pengiriman LNG ke Singapura disebut mencapai sekitar 146 kargo atau setara 1.480 MMSCFD.

"Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," tuturnya.

Sebelumnya, Bahlil sempat memberikan ultimatum untuk mengurangi ekspor gas ke negara-negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia. Menindaklanjuti pernyataan tersebut, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengumumkan rencana pengurangan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 MMSCFD.

Pengurangan pasokan tersebut disebut berasal dari jaringan gas di wilayah Natuna dan Sumatera.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
11 jam lalu

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik Antam-CATL, Nilai Investasi Rp95 Triliun

10 jam lalu

Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit RI soal Karhutla, Rosan Pastikan Investasi Tetap Terbuka

2 hari lalu

Bahlil Ungkap Dampak Konflik Geopolitik Global, Minyak Kini Lebih Dicari daripada Emas

2 hari lalu

Dikritik Malaysia dan Singapura soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal