“Dan ternyata ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ,” kata Bahlil.
Praktik tersebut dinilai turut memperparah antrean di SPBU. Bahlil meminta kepolisian ikut mengawasi distribusi BBM subsidi untuk mencegah penyalahgunaan.
Dia juga menyoroti kendaraan yang mengantre meski bahan bakar di dalam tangki belum habis. Menurut Bahlil, ada kendaraan yang hanya mengisi sekitar 10 liter, 15 liter, hingga 20 liter.
“Ini ada indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum penuh, eh tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter,” ujarnya.
Selain dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, Bahlil menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi disebut beralih ke BBM subsidi, khususnya Pertalite. Peralihan tersebut meningkatkan permintaan di sejumlah SPBU Makassar.
“Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai BBM subsidi, sekarang shifting pindah ke subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ungkapnya.