Bahlil Ungkap Dampak Konflik Geopolitik Global, Minyak Kini Lebih Dicari daripada Emas

Iqbal Dwi Purnama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut konflik geopolitik global membuat minyak mentah semakin diburu dibandingkan emas. Konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina berdampak terhadap perekonomian dunia, termasuk rantai pasok energi

Bahlil menyebut, situasi tersebut mendorong berbagai negara memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik.

"Harga minyak dunia sedang naik dan kebutuhan dunia juga sedang tinggi. Sekarang ini, diumpamakan antara emas dan minyak, dulu orang mencari emas, tapi sekarang orang mencari minyak," kata Bahlil saat membuka Forek Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dia menilai, kondisi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak mentah guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Terlebih, kebutuhan minyak nasional masih jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri.

Dia menyebut, konsumsi minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak nasional baru berkisar 600.000-650.000 barel per hari.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

4 hari lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai Dekati Level Tertinggi dalam 6 Bulan

6 hari lalu

Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Brent Sentuh Level Tertinggi dalam 6 Bulan

10 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Beri Keringanan Sanksi Energi Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal