JAKARTA, iNews.id - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Hariqo Wibawa Satria meminta masyarakat memercayakan pengusutan kasus tewasnya penjual cermin di Pejompongan, Bambang Setiyawan kepada polisi. Dia berharap publik tidak mengambil kesimpulan sendiri terkait siapa pelakunya.
"Mari kita sama-sama menunda kesimpulan, tidak melakukan fitnah pada siapa pun, sesuai yang disampaikan kepolisian, kita percayakan sepenuhnya pada aparat penegak hukum," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Demo Agustus 2026' di iNews, Selasa (1/9/2026).
Dia mengingatkan disinformasi dapat memicu kekacauan. Pada 2025, kekacauan pernah terjadi karena video anggota DPR berjoget. Video dipotong dan disebarkan dengan narasi bahwa wakil rakyat bergembira atas kenaikan tunjangan dan gaji.
"Video itu dipotong bagian joget ke kiri dan ke kanan itu, disebarkan beginilah reaksi senang wakil rakyat atas kenaikan tunjangan dan gaji, disebarkan. Terjadi kerusuhan, rumah-rumah anggota DPR itu ditandai," beber Hariqo.
Dia mengatakan penyebaran disinformasi dapat dikendalikan oleh aktor yang bahkan berada di luar wilayah terjadinya kerusuhan.
Sebelumnya, warga bernama Bambang Setiyawan (60) meninggal dunia setelah kericuhan terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jumat (28/8/2026) malam. Diketahui, Bambang sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.