"Dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras alokasi Oktober hingga Desember. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Penerima Bantuan Pangan, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Perpanjangan bantuan pangan beras menjadi salah satu langkah antisipatif pemerintah menghadapi potensi fenomena El Nino dan berbagai dinamika yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kesiapan menghadapi potensi El Nino turut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mengevaluasi sejumlah program bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan arahan agar program Bantuan Pangan Beras dilanjutkan selama tiga bulan terakhir 2026, yakni Oktober, November, dan Desember.
"Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Bantuan Pangan Beras diberikan kepada sekitar 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Setiap keluarga penerima mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan.
Untuk periode penyaluran hingga September 2026, bantuan diberikan secara rapel sehingga setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.