Banyak Anggota Dewan Korupsi, Sistem Internal Parpol Perlu Direformasi

Irfan Ma'ruf
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina posisi di tengah. (Foto: iNews.id/ Irfan Maruf).

JAKARTA, iNews.id - Sampai saat ini belum ada pembenahan sistem partai politik (parpol) secara serius. Maka itu masih banyak kader parpol yang terjerat kasus korupsi.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina mencontohkan, puluhan anggota DPRD Malang, Jawa Timut menjadi bukti buruknya sistem parpol di Indonesia. Menurutnya, penindakan hukum terhadap perbuatan korupsi tidak cukup tanpa adanya reformasi sistem internal parpol.

"Menurut saya akar masalahnya adalah reformasi sistem di parpol itu sendiri. Nah, sekarang kita belum melihat ada pembenahan di parpol," ujar Almas dalam acara diskusi bertajuk, Mengapa DPRD Korupsi Beramai-ramai? di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Dia mengungkapkan, mahar politik dan praktik jual beli suara dalam pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif salah satu praktik korupsi yang melibatkan kader parpol. Cara seperti ini, kata dia melahirkan para anggota legislatif dan kepala daerah korupsi.

"Saya melihat permasalahan ini bukan berakar dari sistem pemilunya, tapi lebih pada bagaimana cara orang untuk memenangkan pemilu itu sendiri. Pemilu tidak mahal sebenarnya yang membuat mahal itu adal cara ilegal untuk memengkan pemilu," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
24 jam lalu

KPK Bongkar Modus Korupsi di Desa: Laporan Fiktif hingga Mark Up Harga

6 hari lalu

Transjakarta Bakal Layani Transportasi Laut dan Udara, Pramono Tunggu Persetujuan DPRD

7 hari lalu

Pengamat Dorong Kejagung Buka Bukti Aliran Dana dalam Kasus Febrie Adriansyah: Harus Diuji Objektif

8 hari lalu

JPU Ungkap Kode Kue Rp20,6 Miliar untuk Febrie Adriansyah terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal