Bareskrim Akan Sita Server BPJS Kesehatan Usut Kasus Kebocoran 279 Juta Data WNI

Puteranegara Batubara
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono. (Foto: Dok. Mabes Polri).

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri mengajukan izin penyitaan terhadap serverBPJS Kesehatan yang berada di Surabaya, Jawa Timur. Penyitaan tersebut untuk mendalami kasus kebocoran data 279 juta Warga Negara Indonesia (WNI).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memastikan, proses penyidikan tidak akan menganggu layanan masyarakat di BPJS Kesehatan.

"Server BPJS-nya ada di Surabaya, sehingga penyidik membuat permohonan izin khusus penyitaan terhadap server itu ke Pengadilan Negeri Surabaya," ujar Rusdi di kantornya, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Dia menuturkan, dalam kasus itu telah memeriksa 15 orang. Mereka, kata dia diperiksa sebagai saksi. "Dari BPJS, vendor, BSSN juga telah diperiksa," tuturnya.

Diketahui, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini terungkap berawal dari tweet akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut. Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes

57 tahun lalu

Mengejutkan! 1 Juta Lebih Peserta BPJS Kesehatan Terdiagnosis Hipertensi

57 tahun lalu

Korban Dana Syariah Indonesia Tagih Pemulihan Kerugian Rp2,5 Triliun

57 tahun lalu

Selain 287 WNA, 4 WNI Jadi Tersangka Kasus Markas Judol Hayam Wuruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal