Bareskrim Polri Koordinasi dengan BSSN Usut Dugaan Kebocoran 6 Juta Data NPWP

Raka Dwi Novianto
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji (Foto MPI).

"Kami masih mendalami apakah ada hubungan antara kasus ini dengan insiden lain," ujar Himawan.

Selanjutnya: Data Pejabat Indonesia Diduga Bogor

Kasus kebocoran data NPWP mencuat setelah pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengungkapnya melalui akun X @secgron. Teguh membagikan tangkapan layar dari situs Breach Forums, yang menunjukkan bahwa 6 juta data NPWP sedang diperjualbelikan oleh hacker dengan akun bernama Bjorka. Data yang bocor mencakup NIK, NPWP, alamat, nomor telepon, hingga email, dan dijual dengan harga sekitar Rp150 juta.

Nama-nama besar yang terdampak kebocoran ini termasuk Presiden Jokowi, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, serta Menkominfo.

Dengan kebocoran data yang mengkhawatirkan ini, kolaborasi antara Bareskrim Polri dan BSSN diharapkan dapat segera menemukan pelakunya serta mencegah kebocoran data yang lebih besar di masa mendatang.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
1 hari lalu

Dokter Tifa bakal Laporkan Hakim Perkaranya ke KY hingga DPR, Merasa Dibatasi Tanya Saksi

2 hari lalu

Breaking News: Bareskrim Polri Tetapkan 4 Korporasi Tersangka Karhutla hingga September 2026

3 hari lalu

Bonatua Serahkan Bukti Tambahan Gugatan Ijazah Jokowi, Apa saja?

5 hari lalu

Gugatan Gus Nur Kandas, PN Solo Tolak Ganti Rugi Rp4,2 Miliar terkait Kasus Ijazah Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal