Bea Cukai Sita 1.435 Bal Pakaian Bekas Ilegal, Suahasil: Rugikan Industri hingga Konsumen

Rohman Wibowo
Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 1.435 bal pakaian bekas impor. Menkeu Suahasil Nazara menyoroti dampaknya terhadap industri tekstil dan konsumen. (Foto: Rohman Wibowo)

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggagalkan penyelundupan 1.435 bal pakaian bekas impor ilegal sepanjang Agustus hingga September 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menilai, peredaran pakaian bekas yang masuk tanpa melalui mekanisme kepabeanan merugikan industri tekstil nasional sekaligus berisiko bagi konsumen.

Suahasil mengatakan, masuknya pakaian bekas ilegal dapat mengganggu keberlangsungan industri tekstil dan pelaku usaha di dalam negeri. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak mulai dari penjahit hingga industri tekstil berskala besar.

"Yang dirugikan adalah tukang-tukang jahit Indonesia, industri tekstil, dan industri pendukung tekstil kita. Kita biasanya pesan kepada penjahit dan industri lokal, sekarang langsung masuk yang ilegal seperti ini," kata Suahasil dalam konferensi pers di kantor pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Selain berdampak terhadap industri dalam negeri, Suahasil menyoroti risiko kesehatan dari pakaian bekas yang masuk secara ilegal. Dia menyebut, kondisi barang yang tidak diketahui asal-usul dan proses penanganannya dapat menimbulkan risiko bagi konsumen.

"Ada grade yang kita tidak tahu isinya karena bekas, apakah ada bakterinya, virusnya, atau penyakitnya. Ini sangat membahayakan untuk masyarakat kita dan paling banyak merugikan konsumen," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

KPK Kembali Panggil Dedi Congor, Usut Dugaan Korupsi di Bea Cukai

3 hari lalu

Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September

3 hari lalu

Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun di September 2026, Tumbuh 19%

3 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Naik, Menkeu Ungkap Angkanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal