"Kami memahami bahwa kebijakan ini bukan sesuatu yang umum dilakukan. Namun, tujuannya adalah agar investor tidak mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi, kebingungan, apalagi ketakutan," katanya.
Dia mengakui bahwa kebijakan yang diambil tersebut terbukti efektif untuk menekan aksi jual lanjutan oleh para investor. Terlihat dari penutupan perdagangan sesi I yang terkoreksi 5,05 persen ke level 4.923.
Jeffrey mengatakan kebijakan ARB 7 persen ini akan kembali di evaluasi dengan melihat dinamika yang terjadi di pasar selanjutnya. BEI mendorong investor untuk mencermati fundamental perusahaan, ketimbang isu atau sentimen yang berkembang dalam merumuskan keputusan investasinya.
"Tadi terpantau indeks kita turun sekitar 5 persen. Artinya, penurunan tersebut tidak menyentuh batas 7 persen. Dengan demikian, investor diharapkan dapat lebih cermat mencermati perkembangan informasi. Akan lebih baik jika investor kembali melihat fundamental, sembari menilai seluruh kondisi dan situasi yang ada," ucapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, BEI juga telah menjadwalkan pertemuan dengan MSCI pada hari ini untuk meminta klarifikasi terkait pengumuman potensi penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi standalone market.
"Kami ingin menanyakan klarifikasi terkait latar belakangnya. Karena ini merupakan sesuatu yang tidak terduga, pasar akan bereaksi dalam kondisi panik, bingung, dan penuh ketidakpastian," tuturnya.