Cikik juga mengingatkan peserta agar tidak kehilangan arah karena hubungan pertemanan atau ketertarikan kepada orang lain. Hubungan yang sehat semestinya menjadi dukungan untuk berkembang, bukan membuat remaja mengabaikan tujuan yang telah direncanakan.
“Menikah boleh, tetapi ada sesuatu yang perlu direncanakan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam pembahasannya. Remaja diajak memanfaatkan masa pertumbuhan untuk melakukan kegiatan positif, menyelesaikan pendidikan, dan mempersiapkan kemandirian sebelum membangun keluarga.
Fitri Ardila dari Direktorat Bina Ketahanan Remaja, Kemendukbangga/BKKBN, membahas tantangan yang dihadapi remaja, mulai dari tekanan akademik dan tuntutan masa depan hingga paparan konten digital serta perilaku berisiko. Ia menekankan pentingnya kemampuan mengenali diri, mengelola emosi, menetapkan batasan, dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri.
Melalui program Generasi Berencana (GenRe), remaja didorong untuk menyusun rencana dalam bidang pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Perencanaan tersebut juga mencakup berbagai transisi kehidupan, seperti melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, menerapkan pola hidup sehat, dan membangun keluarga pada waktu yang tepat.
“Generasi berencana adalah generasi yang punya rencana, baik dalam pendidikan, karier, maupun untuk memasuki kehidupan berkeluarga,” katanya.
Fitri juga mengenalkan pentingnya dukungan teman sebaya, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta akses konsultasi yang dapat dimanfaatkan ketika remaja membutuhkan pendampingan.