Belajar dari Flu Spanyol 1918, Ini Pentingnya Literasi dalam Menghadapi Covid-19

Riezky Maulana
Sejarawan Universitas Indonesia (UI), Dr Tri Wahyuning M Irsyam. (Foto: Istimewa)

Satu pelajaran penting yang kemudian dapat dipetik dari pandemi seabad silam, menurut Tri, bahwa belajar dari literasi masa lalu menjadi penting untuk menangani masalah yang tidak jauh beda di masa sekarang maupun di kemudian hari. Dalam hal ini, penyamaan persepsi dan pemahaman menjadi kunci bagaimana pandemi dapat lebih mudah ditangani.

“Masalah lalu itu bukan hanya untuk masa lalu, tapi juga untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi marilah kita melangkah dengan kearifan masa lalu,” kata Tri.

Sejalan dengan Tri, Kresno Brahmantyo juga menganggap bahwa catatan atau rekaman kelam mengenai ‘pageblug’ hendaknya dapat dijadikan sebagai pembelajaran, baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang. Sebab menurut Tri, setiap peristiwa atau bencana dapat berulang dan tentunya dibutuhkan solusi penanganan yang sama untuk ke depannya.

“Mulailah kita mulai membuat rekaman walaupun agak telat gitu. Tapi itu bisa dilakukan, supaya nanti ketika 10 atau 20 tahun yang akan datang kita punya data untuk menghadapi ini semua. Karena ini berulang, dan kelihatannya solusinya sama juga,” ucap Kresno.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

9 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

18 hari lalu

MNC University dan MNC Sekuritas Dorong Literasi Investasi Mahasiswa Lewat Beyond Smart Seri 2

31 hari lalu

MNC Bank Gelar Program Literasi Service in-Motion, Dorong Sinergi Koperasi di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal