BEM SI Kritik Keras Jokowi: Layak Dinobatkan Perusak Demokrasi

Giffar Rivana
BEM SI mengkritik keras Presiden Jokowi. Mereka menilai sang kepala negara layak dinobatkan sebagai perusak demokrasi. (Foto: Giffar Rivana)

Adapun pernyataan sikap BEM SI sebagai berikut:

1. Mengucapkan kalimat minta maaf kepada masyarakat Indonesia secara terbuka bahwa Dia telah merusak demokrasi.

2. Melakukan cuti dari jabatannya agar tidak ada konflik kepentingan.

3. Meminta menteri-menterinya yang terlibat dalam kampanye yang menguntungkan pasangan calon agar segera berhenti.

4. Meminta agar para kepala daerah (menteri, gubernur, bupati, wali Kota), DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan kepala desa agar tetap menjunjung etika demokrasi dan etika kepantasan dalam tingkah lakunya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BEM SI Jakarta Bawa 2 Karangan Bunga saat Gelar Demo di Gedung DPR

57 tahun lalu

Ratusan Mahasiswa BEM SI Jakarta Mulai Padati Gedung DPR RI, Massa Terus Berdatangan

57 tahun lalu

Kepala BIN Respons Seruan BEM SI soal Reformasi Jilid II: Kita Harus Jaga Persatuan

57 tahun lalu

Diguyur Hujan Deras, BEM SI Tetap Gelar Aksi di Kemendiktisaintek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal