Berlandaskan Prinsip Bebas Aktif, Ini 5 Gagasan Ganjar terkait Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Tim MPI
Calon presiden yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo. (Foto: Ist.)

2. Optimalisasi sektor maritim

Ganjar Pranowo mengangkat isu kontribusi industri kelautan di Indonesia yang masih belum optimal. Ia menekankan pentingnya melakukan inventarisasi pulau-pulau kecil di Indonesia untuk mencegah sengketa seperti yang terjadi dengan pulau Sipadan dan Ligitan.

Ganjar juga menyoroti perlunya optimalisasi keamanan di perairan Indonesia melalui kerjasama dan perjanjian internasional untuk mengukuhkan posisi Indonesia.

“Bangun kompleks industri pertahanan di dalam negeri, ini cikal bakalnya sudah ada hanya butuh keseriusan untuk ditangani,” kata Ganjar

3. Indonesia lumbung pangan dunia

Salah satu gagasan utama yang diungkapkan adalah potensi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Meskipun produksi beras di Indonesia saat ini masih rata-rata 5,9 ton per hektare, Ganjar berpendapat bahwa dengan pengelolaan yang tepat, produksi bisa mencapai 12 ton per hektare.

“Saya kira kalau bisa meningkatkan tujuh ton saja, maka produksi itu sudah luar biasa,” tuturnya.

Ganjar juga menekankan bahwa untuk mencapainya, diperlukan modernisasi, mekanisasi, dan intervensi pemerintah dalam pengelolaan pertanian.

“Itu artinya butuh modernisasi, Mekanisasi dan intervensi pemerintah. Termasuk dalam pengelolaannya,” katanya.

4. Kerja sama di bidang industri yang aman

Ganjar Pranowo berbicara tentang potensi Indonesia untuk menjalin kerjasama di bidang industri dengan banyak negara. Ia berpendapat bahwa Indonesia memiliki modal untuk menjadi mitra dalam manufaktur alternatif.

Ganjar juga menyoroti hubungan dengan negara-negara yang memiliki keunggulan di industri tertentu atau sumber daya tertentu. Sebagai contoh, Indonesia memiliki cadangan kuarsa yang cukup besar, sehingga kerjasama dalam industri panel surya bisa menjadi peluang.

“Sebagai contoh kita punya cadangan parsi kuarsa yang cukup besar, kalau kita ingin buat industri panel surya kita bisa mengajak beberapa negara sahabat untuk bermitra,” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
4 hari lalu

Hampir 500.000 Tentara Rusia-Ukraina Tewas selama Perang, Mana Paling Banyak?

Nasional
23 hari lalu

Ganjar Bocorkan Agenda Rakernas PDIP di Ancol, Apa Saja?

Nasional
23 hari lalu

Ganjar Ungkap Sikap Tegas PDIP, Kepala Daerah Harus Dipilih Langsung oleh Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal