"Ini tentu saja menjadi catatan, intinya tidak boleh ada keracunan. Termasuk kami ingin memastikan semua pengiriman, kapan matang, sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam," tuturnya.
Dia menuturkan, nantinya SOP produksi hingga distribusi bakal diperketat melalui penambahan atribut informasi waktu produksi makanan, dan waktu terbaik untuk dikonsumsi. Sebab, MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga proses kerusakan makanan bisa lebih cepat.
"Kami ingin memastikan kapan makanan matang sampai dikonsumsi sesuai standar. Nantinya juga akan ada keterangan waktu terbaik untuk dikonsumsi (best before)," ucap Sudaryono.
Selain memperketat SOP distribusi, BGN juga akan memperkuat edukasi keamanan pangan di sekolah. Guru diharapkan ikut mendampingi siswa saat menyantap makanan MBG sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, tata cara makan yang baik, serta tidak membawa pulang makanan.
Dia mengatakan, BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar edukasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG di sekolah.
"Kami sudah berbicara dengan Menteri Dikdasmen. Ini menjadi materi penting di semua sekolah, termasuk edukasi agar makanan tidak dibawa pulang karena MBG tidak menggunakan bahan pengawet dan harus segera dikonsumsi," ucapnya.