Dari sekitar 26.700 dapur SPPG yang menjadi sasaran pengembangan, BGN terus mempersiapkan tahapan implementasi agar sistem dapat diperluas secara bertahap.
Menurut Sudaryono, proses uji coba menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum diterapkan secara menyeluruh. BGN telah menyusun tahapan pengembangan, mulai dari soft launching pada November 2026, peluncuran tahap berikutnya pada Desember 2026, hingga implementasi penuh yang ditargetkan dimulai pada Januari 2027.
“Sejauh ini pelaksanaannya berjalan baik. Kita sudah memiliki 40 dapur yang menjalankan uji coba dan sekitar 400 pemasok yang terlibat. Harapannya, pada Januari tahun depan sistem ini sudah dapat diimplementasikan di seluruh dapur. Namun, kita tetap harus melihat hasil uji coba dan memastikan kesiapan sistemnya. Kalau memungkinkan untuk dipercepat, tentu akan kita upayakan,” jelas Sudaryono.
Sementara itu, Kemendikdasmen memberikan dukungan melalui penyediaan akses data dan informasi SIPLah, pemutakhiran data, pengembangan sistem, serta penyediaan sumber daya manusia dan narasumber untuk kegiatan bimbingan teknis.
Dalam skema tersebut, Mitra Pengelola Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) turut berperan menyediakan layanan lokapasar yang memfasilitasi transaksi antara SPPG dan pelaku usaha.