BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

Anggie Ariesta
Bank Indonesia memangkas biaya hedging untuk membuat aset rupiah lebih menarik bagi investor asing. (Foto: ilustrasi/Okezone) 

"Sehingga insentif itu yang kita berikan adalah pengurangan harga, dia harus meng-cover currency risk-nya, sehingga in total return dia better off dari 100 basis point," kata dia.

Strategi tersebut menjadi salah satu instrumen BI untuk memperkuat cadangan devisa, menjaga daya tarik aset rupiah, serta mendorong arus modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.

Erwin mengatakan, investor asing saat ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas Swap dibandingkan DNDF. Akumulasi transaksi kedua instrumen hedging tersebut telah mencapai sekitar 6 miliar dolar AS.

Dari total transaksi tersebut, instrumen Swap mendominasi sekitar 80 persen, sedangkan DNDF sekitar 20 persen.

"Kita ingin dia stay lebih lama, kemudian kenapa ada perbedaan antara swap, karena kita sebenarnya lebih prefer kalau mereka itu jual, kemudian cover risiko dengan membeli DNDF, tapi in total semuanya itu hitungannya kira-kira seperti itu," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

1 hari lalu

Rupiah Rentan Melemah terhadap Dolar, Destry Beberkan Biang Keroknya

3 hari lalu

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Uang Asing hingga Ratusan Juta Rupiah

5 hari lalu

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal