BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Anggie Ariesta
Bank Indonesia diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di 5,75 persen, meski ruang penyesuaian naik tetap terbuka. (Foto: Ilustrasi/Dok. BI)

LPEM UI menerangkan, lonjakan inflasi pangan tersebut belum mendesak BI untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal ini dikarenakan tekanan berasal dari sisi pasokan (supply-side) yang berada di luar jangkauan instrumen kebijakan moneter. 

Kenaikan suku bunga yang terburu-buru justru dikhawatirkan dapat menghambat laju penyaluran kredit dan ekspansi dunia usaha.

Penanganan harga pangan dinilai lebih membutuhkan pengetatan koordinasi pada rantai distribusi dan ketersediaan pasokan.

Di sisi eksternal, dinamika Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) diuji oleh keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen pada 16 September 2026, kenaikan perdana sejak Juli 2023. 

Langkah pengetatan moneter AS ini dipicu inflasi domestik mereka yang bertahan di atas target 2 persen, ditambah ancaman inflasi global akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang melambungkan harga minyak jenis Brent melampaui USD100 per barel.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 hari lalu

BI Ungkap Aliran Modal Asing ke RI di 2026 Tembus 13,23 Miliar Dolar AS

6 hari lalu

Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen, Harga Cabai hingga Sayuran Jadi Biang Kerok

10 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

12 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Buka Suara dan Pantau Pergerakan Kurs

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal