BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Anggie Ariesta
Bank Indonesia diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di 5,75 persen, meski ruang penyesuaian naik tetap terbuka. (Foto: Ilustrasi/Dok. BI)

Imbas tekanan eksternal turut membayangi nilai tukar. Secara kumulatif (year-to-date), mata uang rupiah telah terdepresiasi sebesar 6,8 persen sepanjang tahun berjalan. 

Meskipun rupiah sempat menguat ke kisaran Rp17.500-Rp17.600 per dolar AS pada pekan kedua September, volatilitas kembali timbul akibat capital outflow seiring ekspektasi penguatan suku bunga The Fed.

LPEM UI juga mencatat arus modal asing yang keluar dari Surat Berharga Negara (SBN) menembus 750 juta dolar AS pada 15 September. Di saat bersamaan, pasar saham mencatatkan aksi lepas portofolio oleh investor asing sebesar 80 juta dolar AS, sehingga total outflow portofolio berada di kisaran 270 juta dolar AS.

Walau menghadapi gelombang tekanan global, ketahanan eksternal Indonesia dinilai masih terjaga. Hal ini tecermin dari posisi cadangan devisa nasional per Agustus 2026 yang menguat ke level 146,5 miliar dolar AS, naik dari posisi Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Dibayar Pakai Surplus Bank Indonesia

1 hari lalu

Suahasil Tegaskan Tetap Kejar Debitur meski Utang BLBI Lunas

17 jam lalu

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor, BI: Tetap Sah untuk Pembayaran

1 hari lalu

BI Buka Suara terkait Rupiah Bertanda Tangan Purbaya yang Jadi Buruan Kolektor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal