Imbas tekanan eksternal turut membayangi nilai tukar. Secara kumulatif (year-to-date), mata uang rupiah telah terdepresiasi sebesar 6,8 persen sepanjang tahun berjalan.
Meskipun rupiah sempat menguat ke kisaran Rp17.500-Rp17.600 per dolar AS pada pekan kedua September, volatilitas kembali timbul akibat capital outflow seiring ekspektasi penguatan suku bunga The Fed.
LPEM UI juga mencatat arus modal asing yang keluar dari Surat Berharga Negara (SBN) menembus 750 juta dolar AS pada 15 September. Di saat bersamaan, pasar saham mencatatkan aksi lepas portofolio oleh investor asing sebesar 80 juta dolar AS, sehingga total outflow portofolio berada di kisaran 270 juta dolar AS.
Walau menghadapi gelombang tekanan global, ketahanan eksternal Indonesia dinilai masih terjaga. Hal ini tecermin dari posisi cadangan devisa nasional per Agustus 2026 yang menguat ke level 146,5 miliar dolar AS, naik dari posisi Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.