BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Anggie Ariesta
LPEM FEB UI memproyeksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam RDG periode 20-21 Oktober 2026. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Dari sisi aliran modal portofolio, pasar keuangan domestik membukukan arus keluar bersih (net outflow) sebesar 50 juta dolar AS sepanjang pertengahan September hingga pertengahan Oktober 2026.

Meski pasar SBN mencatatkan arus masuk (inflow) sebesar 690 juta dolar AS, pasar saham justru mengalami pelepasan modal (outflow) mencapai 730 juta dolar AS.

Dinamika pasar saham ini kian tertekan pasca-usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengkaji potensi penyesuaian status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market, dengan tenggat konsultasi hingga 30 April 2027 dan keputusan final pada 30 Juni 2027.

"Tekanan-tekanan yang saling bertentangan ini menuntut sikap moneter yang hati-hati, di mana Bank Indonesia perlu mempertimbangkan risiko depresiasi Rupiah lebih lanjut dan kenaikan inflasi terhadap kebutuhan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
6 jam lalu

Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?

19 jam lalu

Ichsanuddin Noorsy Kritik Ketergantungan Investasi Asing, Singgung Kedaulatan Ekonomi RI

23 jam lalu

Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana 2 Hari Berturut-turut, Bahas Apa?

23 jam lalu

Apa Itu Saham HSC yang Akan Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG? Ini Penjelasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal