Dari sisi aliran modal portofolio, pasar keuangan domestik membukukan arus keluar bersih (net outflow) sebesar 50 juta dolar AS sepanjang pertengahan September hingga pertengahan Oktober 2026.
Meski pasar SBN mencatatkan arus masuk (inflow) sebesar 690 juta dolar AS, pasar saham justru mengalami pelepasan modal (outflow) mencapai 730 juta dolar AS.
Dinamika pasar saham ini kian tertekan pasca-usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengkaji potensi penyesuaian status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market, dengan tenggat konsultasi hingga 30 April 2027 dan keputusan final pada 30 Juni 2027.
"Tekanan-tekanan yang saling bertentangan ini menuntut sikap moneter yang hati-hati, di mana Bank Indonesia perlu mempertimbangkan risiko depresiasi Rupiah lebih lanjut dan kenaikan inflasi terhadap kebutuhan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.