Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:01:00 WIB
BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya
LPEM FEB UI memproyeksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam RDG periode 20-21 Oktober 2026. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan catatan LPEM FEB UI, inflasi domestik merangkak naik menjadi 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026, mendekati batas atas target BI sebesar 3,5 persen.

Lonjakan harga ini utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang berada di level 4,37 persen, serta sektor transportasi.

"Bagi Indonesia, pelemahan Rupiah yang berkelanjutan dapat meningkatkan biaya barang impor dan input produksi di dalam negeri sehingga berpotensi menambah tekanan inflasi," tuturnya.

Tekanan atas nilai tukar rupiah juga diperberat oleh ketidakpastian arah kebijakan bank sentral AS (The Fed) serta menyempitnya selisih imbal hasil (yield spread) antara Surat Berharga Negara (SBN) dan US Treasury, yang mengikis tingkat daya tarik aset domestik bagi investor global.

Rupiah tercatat terdepresiasi 8,3 persen sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2026. Pada 14 Oktober 2026, nilai tukar berada di posisi Rp17.895 per dolar AS, melemah 1,22 persen dari level Rp17.680 per dolar AS pada 15 September 2026.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut