BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Harga Minyak

Anggie Ariesta
Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi stabilisasi Rupiah di tengah tekanan geopolitik dan kebutuhan valas domestik, dengan penguatan intervensi di pasar keuangan. (Foto: ilustrasi/Okezone) 

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, BI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di pasar guna menjaga kelancaran mekanisme pasar dan stabilitas nilai tukar.

Strategi intervensi dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui berbagai instrumen pasar moneter, baik di pasar offshore maupun domestik.

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ucapnya.

Erwin menambahkan, BI juga secara intensif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pelaku pasar serta korporasi. Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong masuknya aliran modal asing (inflow) dengan mengoptimalkan berbagai insentif yang tersedia.

Selain itu, BI memperluas diversifikasi permintaan valas melalui pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
5 hari lalu

Ganas! Iran Hantam 26 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dengan 115 Serangan

7 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

9 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

9 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.184 per dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal