BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Harga Minyak

Anggie Ariesta
Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi stabilisasi Rupiah di tengah tekanan geopolitik dan kebutuhan valas domestik, dengan penguatan intervensi di pasar keuangan. (Foto: ilustrasi/Okezone) 

Secara umum, BI menilai kinerja rupiah masih relatif berdaya tahan dan bergerak searah dengan mata uang di kawasan regional.

"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37 persen. Posisi cadangan devisa juga meningkat ke level 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026," kata dia. 

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Senin (21/9/2026) pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.791 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya.

Pada akhir perdagangan, rupiah kembali ditutup melemah 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
16 jam lalu

Iran Dapat Informasi AS Akan Menyerang Lagi, Siapkan Pembalasan Dahsyat

4 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

5 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

5 hari lalu

Bukti Ganasnya Pembalasan Iran, Foto-Foto Kehancuran Pangkalan Militer AS Dirilis Media

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal