Secara umum, BI menilai kinerja rupiah masih relatif berdaya tahan dan bergerak searah dengan mata uang di kawasan regional.
"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37 persen. Posisi cadangan devisa juga meningkat ke level 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026," kata dia.
Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Senin (21/9/2026) pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.791 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya.
Pada akhir perdagangan, rupiah kembali ditutup melemah 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS.