BI Singgung Pembentukan Mata Uang Digital untuk Awasi Risiko Kripto 

Anggie Ariesta
BI menilai perlunya mata uang digital untuk mengawasi risiko kripto. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menilai Indonesia perlu memiliki mata uang digital sendiri yang diterbitkan oleh bank sentral (central bank digital currency). Hal itu untuk mengawasi risiko dari maraknya kripto.

Uang digital tersebut, kata Perry, dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil karena nilainya dipatok pada aset pendukung yang stabil seperti mata uang fiat atau komoditas. 

Adapun sampai saat ini Indonesia belum memiliki pengaturan dan pengawasan yang jelas terkait mata uang kripto dan stable coin. 

“Maraknya uang kripto dan stable coin pihak swasta. Belum ada pengaturan dan pengawasan yang jelas, di sinilah perlunya central bank digital currency,” ucap Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat (28/11/2025). 

Sementara itu, maraknya uang kripto dan stable coin kini tengah menjadi perhatian Bank Indonesia, bahkan Bank Sentral menjadikannya salah satu dari lima faktor yang mendorong ketidakpastian global pada 2026-2027.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
10 hari lalu

Miliarder Kripto di Dunia Tembus 23 Orang, 9 di Antaranya Raup Kekayaan dari Bitcoin

13 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,5 Miliar Dolar AS di Agustus 2026

14 hari lalu

Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar hingga Juli 2026, Pengguna Capai 67 Juta

18 hari lalu

Resmi Pimpin BI, Destry Tekankan Kebijakan Bank Sentral Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal